April berakhir. Tetek bengek peringatan Kartini belum banyak berubah. Bukan pemikiran kritis Kartini yang mereka kupas. Bukan pula tentang semangat juangnya yang tak pernah lelah. Lomba kebaya dan sejenisnya malah jadi rutinitas tahunan yang nyaris tanpa makna!
Kartini, sungguh pun ia seorang pahlawan, tentulah ia tak sendiri. Seperti biografi Evita Peron, Hitler, Sukarno, Mohammad Hatta dan tokoh lain yang kita kenal; pastilah ada seseorang di balik perjuangannya. Yang turut membakar semangat para “pejuang”. Dan yang membantu mereka saat terjatuh dalam langkah hidupnya.